Minggu, 10 Mei 2015

OPINI PUBLIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Tujuan humas adalah pengembangan opini public yang menyenangkan dari sebuah lembaga sosial, ekonomi, atau politik.Suatu pemahaman tentang proses pembentukan opini public dan perubahan sikap merupakan dasar dari studi humas.Opini public bukan merupakan suatu wujud dengan bentuk dan sifat yang nyata, tetapi merupakan sekumpulan keyakinan. Ilusi dan pandangan yang rasional maupun tak rasional yang menggambarkan sikap individu-individu yang membentuk public.
Opini Publik merupakan aktifitas manusia yang muncul ketika ada seseorang yang atau tokoh yang dianggap lebih misalnya fakar ekonomi Indonesia. Ketika imformasi yang disebarkan melalui media maka akan muncul timbal balik, yang kemudian akan membentuk kekuatan untuk membahas atau menyelesaikan masalah yang di informasikan. Tentunya ada unsur-unsur yang menjadi  bagaimana proses bisa terbentuknya opini publik tersebut sehingga bisa dikatakan opini publik.
Untuk memahami sifat opini public dengan lebih baik, akan sangat membantu jika kita membagi istilah itu ke dalam dua komponen dan menelitinya secara terpisah, yaitu sifat “public” dan ciri dari “opini”, serta menggabungkan fungsinya dalam proses opini public.
1.2    Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian public
2.      Apa pengertian opini
3.      Apa pengertian opini public
4.     Apa sajakah unsur-unsur opini publik
5.      Bagaimana proses pembentukan opini public
1.3    Tujuan Penulisan
1.      Dapat memahami pengertian public
2.      Dapat memahami pengertian opini
3.      Dapat memahami pengertian opini public
4.      Dapat mengetahui unsur-unsur opini publik
5.      Dapat menjelaskan pembentukan opini public
 
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Publik
Kata “public” dari istilah ‘opini public’ adalah sekelompok orang dengan kepentingan yang sama, memiliki suatu pendapat yang sama mengenai suatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau bersifat kontroversial.
2.2  Pengertian Opini
“Opini”, menurut Webster’s New Collegiate Dictionary, adalah suatu pandangan, keputusan, atau taksiran yang terbentuk di dalam pikiran mengenai suatu persoalan tertentu.
Suatu opini yang kira-kira sudah menetap adalah “sentiment” dan jika dipegang secara teguh, kurang lebih adalah suatu ‘keyakinan’.Sedangkan suatu ‘pandangan’ adalah suatu opini yang agak diwarnai oleh kecenderungan.
2.3  Pengertian Opini Publik
“Opini public (public opinion) adalah suatu ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama di antara para anggota sebuah kelompok atau public, mengenai suatu masalah kontroversial yang menyangkut kepentingan umum”.[1]
Opini public biasanya diungkapkan setelah terjadinya pertentangan, pertikain, dan perdebatan mengenai beberapa masalah kontroversial yang menyangkut system nilai, doktrin, dan kesejahteraan sebuah kelompok.Untuk munculnya opini public, haruslah terdapat suatu masalah atau persoalan tentang beberapa hal yang tampaknya tidak mendapat persesuaian di antara para anggota kelompok itu.
2.4  Unsur-unsur Opini Publik
a.       Kemungkinan pro dan kontra, sebelum mencapai konsesus.
b.      Melibatkan lebih dari seseorang ( misalnya, kelompok, masyarakat, dll).
c.       Mengadakan atau mungkin mengadakan tanggapan yang pro maupun yang kontra.
 Herbert Blumer telah menyelidiki opini publik dan segi sosiologi yaitu bahwa istilah publik digunakan untuk suatu kelompok orang.
a.       Dikonfrontasikan/dihadapkan pada suatu isu.
b.      Memiliki perbedaan pendapat tentang isu.
c.       Terlibat dalam diskusi mengenai isu tersebut.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan, dapatlah disimpulkan intinya bahwa opini publik mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 
1.      Adanya suatu isu yang kontroversial.
2.      Adanya publik yang secara spontan terpikat pada masalah termaksud dan melibatkan diri di dalamnya, serta berusaha untuk memberikan pendapatnya.
3.      Adanya kesempatan untuk bertukar pikiran atau berdebat mengenai masalah yang kontroversial tadi oleh suatu publik.
4.      Adanya interaksi antara individu-individu dalam publik yang menghasilkan suatu pendapat yang bersifat kolektif dan di ekspresikan.
2.5   Pembentukan Opini Publik
Orang humas haruslah mengetahui proses dari pembentukan  suatu opini public yang ada dalam masyarakat agar dapat mempengaruhi dan memahami opini public itu, sehingga dapat memunculkan suatu cara atau ide dalam peneyelesaiannya. Berikut proses pembentukan opini public :
1.      Adanya suatu kejadian atau peristiwa dan informasi.
Adanya suatu  kegiatan atau peristiwa dan informasi merupakan pintu utama dalam pembentukan opini public. Karena public melihat, merasakan dan mendengar atas apa yang terjadi dan informasi-informasi yang mereka terima. Kejadian-kejadian yang dimaksud disini bisa berupa hal- hal mengenai ketidakpuasan atau kepuasan dari public. Sedangkan informasi bisa berupa informasi yang benar dan diterima public atau bahkan informasi yang salah diterima oleh public yang menyebabkan opini buruk.
2.      Dikaji sesuai background dan secara kelompok
Apa saja yang dirasakan, diterima dan didengar oleh public selanjutnya dikaji dan dibicarakan di lingkungan masyarakat, baik disiarkan melalui media massa atau dari mulut ke mulut.Masing-masing public mengkaji suatu hal dengan macam-macam cara, ada yang berdasar fakta, sentiment, prinsip, harapan dan sebagainya.
3.      Opini Publik
Setelah terjadi pembicaraan dalam public, maka disebutlah pembicaraan tersebut sebagai opini, dimana opini ini sangat mempengaruhi citra suatu instansi atau perusahaan. Dan disinilah tugas humas hadir yaitu membentuk citra positif dengan mempengaruhi public.[2]
Jika pada opini public yang sudah menyebar dikalangan masyarakat baik itu yang baik maupun buruk, terus berkembang dan mulai menjadi suatu tindakan serta menekan suatu perusahaan atau instansi. Baik yang sudah terselesaikan ataupun yang masih menggantung penyelesaiannya, maka muncullah masalah lain dan dimulai lagi untuk proses pemebentukan opini berikutnya. Dan itu berlanjut terus menerus.
Dalam suatu kegiatan kehumasan yang bertujuan dalam pembentukan citra, maka kegiatan humas dalam mempengaruhi dan memahami opini public ada baiknya melakukan suatu pengukuran terlebih dahulu agar dapat menemukan solusi yang tepat dalam penyelesaiannya. Pengukuran opini public dalam kegiatan humas bermacam-macam antara lain:
  • Polling                 : Pengumpulan suara atau pendapat masyarakat secara lisan maupun tertulis.
  •   Attitude Scales    : Menetapkan beberapa orang yang setuju dan yang tidak setuju   mengenai suatu masalah.
  •   Interview             : Wawancara yang bersifat umum dan terbuka.

  •  Tulisan-tulisan     : Tulisan dalam surat kabar yang mengemukakan suatu pandangan atau suatu permasalahan dengan maksud memancing reaksi public.
Meski dengan beberapa metode pengukuran opini public tersebut, bukan berarti bahwa dengan dasar menghitung beberapa orang masing-masing pihak, sehingga opini dapat disebut opini public. Memang, opini public seringkali merupakan opini dari jumlah mayoritas orang. Tetapi jika opini dari mayoritas itu lemah, tidak mempunyai tujuan yang jelas, tidak berdasarkan suatu pendirian, maka yang terjadi adalah opini tersebut lekas hilang dan terlupakan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Opini publik merupakan kelompok yang tidak terorganisir serta menyebar diberbagai tempat dengan disatukan oleh suatu isu tertentu dengan saling mengadakan kontak satu sama lain dan biasanya melalui media massa.
Kemudian, orang humas haruslah mengetahui proses dari pembentukan  suatu opini public yang ada dalam masyarakat agar dapat mempengaruhi dan memahami opini public itu, sehingga dapat memunculkan suatu cara atau ide dalam peneyelesaiannya.Adapun proses pembentukan opini public tersebut terbagi menjadi tiga, yakni:
1.       Adanya suatu kejadian atau peristiwa dan informasi.
2.       Dikaji sesuai background dan secara kelompok.
Opini public.


[1]Frazier Moore, HUMAS Membangun Citra Dengan Komunikasi, Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2004. Hal. 54.
[2] Arjaenim, Unsur-unsur dan Proses Pembentukan Opini Publik,  www.arjaenim.blogspot.com, 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar